WNI Korban Kecelakaan di Singapura Masih di ICU, Netizen Kumpulkan Donasi

Raisha Anindra Pascasiswi, seorang ibu dari anak WNI berusia enam tahun, tengah mengalami masa sulit setelah putrinya terlibat dalam kecelakaan tragis di Chinatown, Singapura. Saat ini, Raisha masih berada dalam perawatan intensif di rumah sakit, dan biaya pengobatannya yang terus bertambah membuat rekan-rekannya tergerak untuk menggalang donasi untuk meringankan beban tersebut.

Ajakan ini disampaikan melalui akun Instagram Ikatan Alumni Universitas Indonesia, yang telah memperoleh lebih dari 8.500 kali dibagikan dan disukai oleh lebih dari 41 ribu pengguna. Donasi yang dikumpulkan akan dialokasikan ke rekening bank suaminya, Ashar Ardianto, untuk membantu biaya perawatan medis Raisha.

Raisha adalah lulusan program Sastra Cina dari Universitas Indonesia angkatan 2013, sementara suaminya lulus dari Sastra Jawa pada tahun yang sama. Rasa empati dari komunitas alumni menunjukkan betapa mereka peduli dengan kondisi yang dialami Raisha dan keluarganya.

Tragedi yang Menghanyutkan Sebuah Keluarga

Tragedi ini bermula pada 6 Februari 2026, ketika Raisha dan putrinya, Sheyna Lashira Smaradiani, tertabrak mobil. Kejadian tersebut mengakibatkan Sheyna mengalami cedera parah dan dinyatakan meninggal setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat cedera kranio-serebral. Kecelakaan ini sangat mengejutkan keluarga dan teman-teman mereka.

Sementara itu, Raisha juga mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif. Untungnya, Kondisi terkini Raisha mulai menunjukkan perkembangan positif, di mana dia sudah sadar meskipun masih lemah dan membutuhkan perawatan lebih lanjut. Berita ini memberikan harapan bagi keluarga yang sedang berjuang.

KBRI Singapura telah menyatakan komitmennya untuk membantu keluarga Raisha, termasuk menawarkan dukungan hukum jika diperlukan. Mereka juga berupaya untuk memindahkan Raisha ke Indonesia agar bisa mendapatkan perawatan lanjutan, meskipun tim medis menyarankan agar pemulangan terdahulu ditunda.

Dampak Psikologis yang Mendalam

Kesedihan akibat kehilangan putri tercinta sangat mendalam bagi keluarga Raisha. Kakak Raisha, Rara Anindita Swargastha, mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat tertekan ketika mengetahui kabar duka tersebut. Photoshopnya menjadi sulit dan tubuhnya seolah terasa kaku saat mendapatkan informasi yang menghancurkan itu.

Bagi Rara, kedekatannya dengan keponakannya yang akrab dipanggil Nana membuat kehilangan ini semakin menyakitkan. Rara mengenang Nana sebagai anak yang ceria, penuh kasih, dan sangat peduli pada orang lain. Kehilangan satu sosok seperti Nana pastinya meninggalkan celah besar di hati keluarganya.

Selama ini, Nana dikenal aktif dan selalu ingin terlibat dalam kegiatan yang dilakukan oleh keluarganya. Dia sering menginap di rumah Rara dan selalu ingin ikut berolahraga. Kenangan-kenangan indah bersama Nana terus membayangi mereka dan menambah kesedihan atas kehilangan tersebut.

Peran Komunitas dalam Memperkuat Dukungan

Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari komunitas dalam menghadapi masa-masa sulit. Melalui penggalangan dana, banyak orang tergerak untuk membantu Raisha dan keluarganya, menciptakan solidaritas yang kuat di antara para alumni Universitas Indonesia. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang, tetapi juga dukungan moral yang sangat berarti.

Penggalangan dana ini telah mendapatkan perhatian luas di media sosial. Banyak orang turut mengucapkan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga Raisha. Momen ini menjadi pengingat tentang betapa pentingnya memiliki jaringan sosial yang solid dalam menghadapi cobaan hidup yang berat.

Para rekan Raisha dan alumni lainnya menunjukkan bahwa nilai-nilai persahabatan dan kemanusiaan selalu ada, terutama di saat-saat sulit. Berbagai inisiatif untuk menggalang dana menjadi simbol dari kepedulian dan solidaritas di dalam komunitas.

Pentingnya Kesadaran dan Caution di Jalan Raya

Peristiwa kecelakaan seperti yang menimpa Raisha dan Sheyna seharusnya dapat menggugah kesadaran kita mengenai keamanan di jalan raya. Insiden tersebut memberikan pelajaran penting tentang betapa cepatnya hidup bisa berubah dan pentingnya berhati-hati saat berkendara, serta memperhatikan keselamatan di sekeliling kita.

Pemerintah dan masyarakat perlu bersama-sama menciptakan kondisi keamanan yang lebih baik, terutama di daerah dengan kepadatan lalu lintas tinggi seperti Chinatown. Kesadaran dan tindakan preventif sangat penting agar tragedi serupa tidak terulang di masa yang akan datang.

Dalam beberapa minggu ke depan, diharapkan perhatian lebih diberikan terhadap keselamatan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara. Hal ini penting agar masyarakat bisa berkendara dengan lebih aman dan lebih bertanggung jawab.

Related posts